Jenis Kain untuk Membuat Baju Polo
Ada berapa jenis kain baju polo? ada banyak jenis kain untuk membuat baju polo. Sebelum kamu membuat baju polo sebaiknya, kamu harus memilih kain yang cocok untuk membuat baju polo kamu.
Kain baju polo sering dijadikan bahan pertimbangan oleh sejumlah kalangan. Banyaknya jenis bahan untuk membuat baju polo, bahan ini tentunya juga memiliki tingkat kualitasnya masing-masing. Sehingga, perlu memilih bahan baju polo yang tepat.
Pemilihan kain baju polo yang tepat menjadi sebuah hal yang wajib dipertimbangkan. Hal ini tidak lain untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Selain memilih bahan yang tepat, kamu juga perlu mempertimbangkan warna bahan polo yang sesuai. Terlebih lagi, bahan baju polo memiliki pilihan warna yang beragam.
Pengertian Kaos Polo
Baju polo merupakan sejenis kaos berkerah yang biasa dilengkapi dengan 2 sampai 3 buah kancing pada bagian depan, serta tambahan kantong di sebelah kiri dan hiasan bordir. Dengan desainnya yang demikian simple namun tetap terkesan trendy, kaos polo ini sangat cocok digunakan dalam berbagai acara baik itu formal maupun casual.
Sebanding dengan kualitas produk yang dihasilkan, detail yang terdapat pada kaos polo sendiri bisa dibilang tergolong lebih banyak jika dibandingkan dengan kaos lainnya. Hal ini dapat kamu lihat dari keberadaan berbagai macam aksen kaos polo yang sangat khas seperti kerah, tape, placket, cuffs, side seam, side vent, extended tail, serta seam.
Jenis Kain Baju Polo
Yuk kenali jenis kain baju polo dan perbedaannya supaya bisa menemukan yang asli, berkualitas, dan nyaman dipakai. Meski terlihat sama, ternyata produk ini dibuat dengan bahan yang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu perlu mengenali dan memeriksanya dengan benar supaya tidak salah pilih
1. Bahan Lacoste Cotton Pique
Bahan lacoste cotton pique memiliki karakteristik kain yang berpori besar, lembut, dan mudah untuk menyerap keringat. Lacoste cotton pique juga gampang untuk dibordir atau disablon DTF.
Buat kamu yang mencari baju polo dengan bahan ini, bisa menggunakan material lacoste cotton pique untuk produk kaos polonya. Agar lebih awet, kamu jangan merendam kaos polo dengan bahan ini terlalu lama atau menyikatnya.
2. Bahan Lacoste Cotton CVC
Bahan satu ini biasanya digunakan dalam pembuatan kaos Polo T-shirt dan pasarannya cukup tinggi. Cotton CVC terdiri dari bahan campuran Cotton dan polyester sehingga dapat menambah kekuatan rajutan dan daya tahan terhadap kerutan.
Bahan bahan Lacoste Cotton CVC mempunyai ciri fisik yang lumayan licin dan lentur. Kain ini fleksibel pada saat digunakan. Hindari menyetrika terlalu sering karena membuat kaos polo berbahan CVC mengalami pengenduran atau melar secara berkala.
3. Bahan Lacoste Polyester
Seperti namanya, material ini menggunakan bahan campuran poliester. Karena itu, tekstur dari lacoste polyester (PE) cenderung lebih besar dari pada lacoste cotton pique ataupun lacoste cotton CVC. Akan tetapi, material ini juga lebih mudah kering dan tidak gampang kusut.
Bahan ini juga tahan bakteri, meskipun kurang elastisitas dan terasa tidak selesa pada kulit. Tidak sedikit juga bahan ini dijadikan sebagai salah satu alternatif membuat baju olahraga karena mudah menyerap keringat dan mudah dibersihkan.
4. Bahan Katun (Cotton)
Kaos polo dengan bahan katun terasa lembut saat disentuh, mudah menyerap keringat, dan gampang perawatannya. Selain itu bahan dari katun juga sering dipakai pada kaos biasa ataupun bahan hoodie.
Kualitas ini tergantung dari jenis rajutan. Namun bahan ini mempunyai kelemahan seperti mudah kerut dan bulu di awal pembuatan pakaian. Biasanya kain baju polo dari katun cenderung dibandrol dengan harga lebih mahal.
5. Bahan Kain Viscose
Selain menawarkan harga yang terjangkau, jenis kain ini memiliki tekstur yang lembut dan tidak gerah saat digunakan. Bahan dari kain viscose juga tergolong ringan sehingga nyaman
dipakai untuk sehari-hari.
Namun sayangnya, jenis kain ini cenderung mudah kusut dan akan gampang rusak jika dicuci dengan mesin.
6. Bahan Pique Teteron Cotton
Meski kandungannya sama dengan CVC, tetapi pique Teteron Cotton (TC) ini memiliki persentase serat poliester yang lebih tinggi dibandingkan CVC. Jadi, kandungan serat poliester pada TC mencapai 65% dan katunnya cuma 35% saja. Sementara itu, bahan pada kain CVC punya kandungan serat katun lebih banyak di dalamnya.
Baju yang dibuat dari bahan ini cenderung dapat digunakan untuk menunjang diberbagai macam aktivitas sehari-hari. Sifatnya yang kasar membuatnya tidak mudah melar meskipun sudah lama digunakan. Saat mencuci pakaian dengan jenis bahan ini, hindari menyikatnya agar tidak berbulu.
7. Bahan Combed Pique Diamond
Untuk material baju polo yang satu ini, bahan pique diamond terbuat dari 100 persen combed yang memiliki kualitas sangat baik. Bahan combed ini mempunyai permukaan yang halus dan corak rajutan segiempat yang terlihat mirip dengan bentuk diamond. Pique diamond tentunya cocok untuk digunakan jika kamu ingin membuat kaos polo berkualitas premium.
8. Rayon
Salah satu bahan rekomendasi adalah bahan Rayon. Bahan Rayon terbuat dari serat alami, sehingga nyaman saat digunakan dan menyediakan pernafasan pada kulit untuk membuat tubuh tetap sejuk dan kering.
Kain rajutan bahan Rayon terkesan halus, lembut dan mudah menyerap keringat. Namun perawatan bahan kaos polo ini harus optimal agar kedepannya tidak mudah rusak. Usahakan juga ketika merawat atau mencuci kaos bahan ini sendirian jangan dicampur dengan pkaian atau bahan lainnya.
9. CVC Pique Hexagon
CVC pique hexagon merupakan kain yang terbuat dari 2 campuran serat yaitu serat 60% serat kapas dan 40% serat polyester. kain ini sering disebut demikian karena memiliki ciri khas unik yang terdapat pada coraknya yang berbentuk segi enam atau hexagonal pada permukaanya.
Bahan ini juga merupakan alternatif yang lebih murah untuk membuat pakaian formal, semi formal, ataupun casual jika dibandingkan dengan Cotton Combed Pique Diamond. Walaupun berbahan dasar serat Polyester, kain ini masih memiliki daya serap cukup baik sehingga nyaman dipakai sehari-hari dan tidak gerah.
Karakteristik Kain Baju Polo yang Bagus
Bila kamu hendak membeli kain baju polo dengan bahan yang berkualitas, sebaiknya perhatikan karakteristiknya seperti berikut ini.
Kualitas Serat dan Daya Tahan
Bahan baju polo dikatakan bagus apabila mempunyai konstruksi bahan yang kuat tetapi tetap lentur ketika digunakan. Dengan begitu, kaos polo akan terasa lebih nyaman saat dipakai dan tidak akan membatasi ruang gerakmu.
Ketika pertama kali diproduksi, kaos polo memang menggunakan bahan wol. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, penggunakan bahan lacoste adalah material yang paling sering digunakan karena dianggap punya banyak keunggulan dari pada jenis bahan lainnya.
Kenyamanan dan Kelembutan Kain yang di Pakai
Karakteristik berikutnya dari pilihan bahan baju polo yang bagus adalah itu harus nyaman dan lembut ketika digunakan. Tentunya, kenyamanan dan kelembutan pada kain tetap harus menjadi prioritas utama saat kamu memilih bahan untuk kaos polo.
Hal ini karena, jika baju polo yang kamu pilih menggunakan bahan yang tidak nyaman, itu tidak cuma membuatmu jadi risih ketika memakainya, tetapi juga bisa menimbulkan reaksi alergi di kulit.
Kemampuan Kain Menyerap Keringat
Selain fokus pada bahan kaos yang lembut dan tidak menerawang, kamu juga perlu memilih baju polo yang memakai bahan yang mampu menyerap keringat. Bahan untuk kaos polo tersebut harus memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga nyaman dipakai beraktivitas sehari-hari.
Ketahanan Terhadap Kerutan dan Pemudaran Warna
Selain itu, karakteristik lainnya yang membuat kaos polo dikatakan bagus atau tidak adalah jika kain itu memiliki bahan yang tidak mudah berkerut dan gampang pudar warnanya.
Namun agar lebih aman, sebaiknya ketahui cara untuk menghilangkan noda luntur di baju polo atau mengatasi baju melar untuk memastikan kaos polo kesukaanmu tetap terjaga dengan baik kondisinya.
Cara Perawatan Kain Baju Polo
Jika kamu sudah menemukain kain yang cocok untuk membuat baju polo. Maka kamu juga perlu tau cara untuk merawatnya agar ketika digunakan nyaman dan tahan lama. Berikut cara merawat kain yang bisa kamu pakai untuk kain baju polo kamu.
Hindari Mencuci dengan Mesin Cuci
Sebaiknya cuci baju polo kamu secara manual dengan tangan. Mencuci dengan mesin cuci dapat mengakibatkan baju polo menjadi melar, dan pori-pori pada kain menjadi kasar. Hal ini bisa terjadi karena saat mesin cuci berputar pakaian akan menerima beban tarik-ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.
Jangan Direndam Terlalu Lama
Usahakan jika baju polo yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit, dan untuk baju polo lama tidak lebih dari 1 jam. Jangan pula rendam baju dalam air dengan deterjen berlebihan. Karena deterjen berlebih dapat mengakibatkan sablon pada baju polo (apabila ada) cepat rusak / terkelupas.
Pisahkan Saat Pencucian
Pisahkan baju polo kamu dengan pakaian lain, khususnya yang berwarna kuat seperti hitam, merah, biru, dll. Hal ini guna mencegah seandainya warna kuat tersebut luntur dan tidak mengakibatkan pakaian lain terkena dampaknya. Pisahkan juga antara pakaian yang kotor dengan yang kurang kotor agar kotoran tidak berpindah.
Jangan Disikat
Baju polo biasanya berbahan cotton pique/lacoste yang memiliki tekstur kain yang lembut. Hindari menyikat baju polo, karena dapat merusak tekstur kain. Hindari juga kucekan dan perasan yang terlalu kuat karena bisa merusak pori-pori baju.
Jemur Terbalik
Sinar matahari yang berlebih dapat mengakibatkan warna pada baju polo memudar. Untuk mencegahnya kamu bisa jemur baju polo dengan posisi terbalik. Bagian dalam menghadap luar, dan bagian yang bersablon di bagian dalam.
Jangan Digantung
Hindari menggantung dengan hanger pada bagian kerah baju polo. Hal ini dapat mengakibatkan kerah leher lekas melar.
Melarnya ini akibat tidak kuat menahan beban air yang ada pada baju polo basah ketika di cuci. Hindari juga menggantung baju polo di tali/kawat jemuran, karena kontur tali/kawat dapat dengan mudah merusak tekstur pada kain yang halus.
Setrika
Agar baju polo kamu tahan lama, sebaiknya selalu setrika setelah di cuci dan di jemur. Pastikan menyetrika baju dalam keadaan benar-benar kering. Atur posisi panas setrika pada posisi sedang jangan terlalu panas.
Kesimpulan
Jadi, itulah ulasan seputar jenis-jenis kain baju polo yang bagus. Pastikan kamu mempertimbangkan karakteristik pada kain ketika hendak membeli kain untuk membuat baju polo. Pasalnya, sangat penting untuk memilih bahan baju polo yang tepat demi kenyamanan, dan juga supaya memudahkan kamu dalam menciptakan tampilan fashion yang diinginkan.
Ketika kamu sudah membeli kaos polo jogja , kamu juga harus tau cara merawat baju polo kamu agar lebih awet. Setiap pakaian tentu memiliki umur, namun dengan cara perawatan yang tepat kamu bisa lebih memaksimalkan potensi dalam pemakain.



