Jenis Jenis Sablon Terpopuler DI Dunia Fashion
Jenis jenis sablon tentunya sangat bervariasi dengan cara kerja dan fungsinya yang berbeda-beda, terutama didalam dunia industri pakaian ataupun merchandise banyak jenis dan teknik sablon yang sudah menjadi teknik utama dan tak tergantikan.
Sebelum mengenal tentang jenisnya, mungkin diantara kalian belum ,mengetahui tentang sablon, nah sablon yang dikenal juga sebagai proses cetak saring adalah teknik dekorasi tekstil yang sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu,
Proses ini dilakukan dengan cara memindahkan desain/gambar ke atas kain/ media lainnya dengan alat rangka kain atau juga disebut dengan screen.
Jenis Jenis Sablon
Dalam dunia industri pakaian, sablon memiliki banyak jenis dan teknik yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan jenis media atau kain yang digunakan, metode yang dilakukan dimulai dengan jenis sablon tradisional hingga modern.
Jenis teknik sablon yang populer dan sering digunakan di dunia industri pakaian adalah sebagai berikut,
1. Sablon Manual (Screen Printing)
Teknik ini termasuk dalam teknik tradisional yang menggunakan screen, rakel, dan juga tinta. cara kerjanya, tinta ditekan melalui screen ke permukaan kain/media lainnya sesuai dengan pola maupun ukuran yang diinginkan.
Kelebihan yang dimiliki oleh sablon manual diantaranya,
- Desain yang dihasilkan dari hasil sablon manual dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.
- Warna yang dihasilkan cerah.
- Bisa mencetak dalam jumlah besar.
Kekurangan yang dimiliki oleh sablon manual,
- Proses akan berjalan lambat jika mencetak dalam jumlah kecil/sedikit
2. Sablon Digital
Teknik ini termasuk dalam teknik modern karena memanfaatkan teknologi digital untuk mencetak desain pada media/kain, prosesnya sama seperti printer, namun tinta yang digunakan adalah tinta yang dikhususkan untuk kain,
Kelebihan yang dimiliki sablon digital,
- Proses berjalan cepat, dan cocok digunakan dalam pencetakan dalam jumlah kecil/sedikit.
- Cocok untuk mencetak desain dengan gradasi warna.
Kekurangan Sablon digital,
- Warna yang dihasilkan pada kain/media gelap tidak secerah sablon manual.
3. Sablon Polyflex
Teknik yang digunakan dalam proses ini menggunakan bahan vinil yang telah dipotong sesuai dengan desain yang diinginkan sebelum ditempelkan pada kain menggunakan mesin press panas.
Kelebihan yang dimiliki Sablon Polyflex,
- Proses yang dilakukan cepat,
- Warna yang dihasilkan solid dan tahan lama.
Kekurangannya,
- Tidak cocok digunakan untuk mencetak desain detail.
- Tidak dapat digunakan untuk mencetak warna gradasi/ dalam banyak warna.
4. Sablon Plastisol
Hasil dari sablon plastisol sering kita temukan di kaos olahraga, jersey dan lain sebagainya, dalam prosesnya tinta yang digunakan berbasis minyak dan PVC yang lebih tebal jika dibandingkan dengan jenis tinta lain.
Kelebihan yang dimiliki sablon plastisol adalah,
- Produk yang dihasilkan awet dan tahan lama.
- Warna yang dihasilkan cerah.
Kekurangan,
- Membutuhkan perlatan khusus yang dapat memberikan suhu tinggi untuk mengeringkan hasil sablon.
5. Sablon Discharge
Teknik ini bekerja dengan cara menghilangkan warna pada area desain dan menggantinya dengan warna desain yang diinginkan, jenis tinta yang digunakan dalam sablon discharge dapat mengubah warna dasar kain menjadi sama dengan warna tinta.
kelebihan yang dimiliki sablon discharge,
- Kain hasil dari sablon discharge terasa lebih halus karena hasil dari penyablonan menyatu dengan kain.
Kekurangannya,
- Kain sintetis tidak cocok digunakan sebagai media dalam proses sablon discharge,
- Sablon discharge tidak cocok untuk semua jenis warna kain..
6. Sablon Foil
Teknik ini bekerja dengan mengaplikasikan lem pada desain, lalu menempelkan lapisan foil diatasnya dengan mesin press panas. media yang digunakan untuk desain sablon foil adalah kertas foiling
Kelebihan dari sablon foil ini adalah,
- Hasil dari sablon foil memberikan efek mengkilap yang membuat tampilan tampak elegan dan mewah.
Kekurangannya,
- Memerlukan perawatan khusus, karena jika foil mendapatkan perawatan yang tidak tepat maka foil akan mengelupas.
7. Sablon Glow In The Dark
Dalam proses penyablonan ini, tinta yang digunakan khusus hanya untuk jenis sablon glow in the dark, karena desain dari tinta yang digunakan akan menjadi terang dalam gelap setelah terpapar matahari langsung.
Kelebihan dari jenis sablon ini adalah
- Memberikan kesan unik dan daya tarik tersendiri,
- Cocok untuk desain yang ingin menarik perhatian,
Kekurangannya,
- Harga tinta yang diperlukan dalam proses sablon ini cukup mahal.
- Memerlukan perawatan khusus dan hati hati.
8. Sablon Sublimasi
Dalam penyablonan ini proses pemanasan akan terjadi, tinta akan dipindahkan ke kain dengan perantara berupa kertas, sehingga tinta akan diserap oleh serat kain. hingga menyatu dengan kain,
Kelebihan Sablon Sublimasi
- Warna yang dihasilkan sangat tajam/ jelas
- tahan lama khususnya pada kain berserat polyester
Kekurangannya,
- Hanya cocok digunakan pada pakaian/kain berserat polyester khususnya pada kain yang berwarna cerah.
9. Sablon Flocking
Tekstur yang ada pada hasil sablon flocking sendiri berasal dari bahan utamanya yaitu serbuk beludru yang ditempelkan pada desain dengan lem yang sudah dikhususkan untuk sablon flocking.
Kelebihan dari sablon flocking
- Memberikan efek timbul yang cukup baik
- Memberikan kesan halus dan lembut yang menarik.
Kekurangannya,
- Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra, karena prosesnya cenderung lebih rumit
- Perlu perawatan khusus agar tidak merusak hasil dari penyablonan ini.
10. Sablon High Density
Efek timbul yang dihasilkan dari sablon ini berasal dari tinta khusus yang diaplikasikan tebal pada kain/ media sehingga menghasilkan desain tulisan atau gambar yang tampak timbul layaknya 3D.
Kelebihan
- Memberikan efek timbul yang menonjol
- Cocok digunakan untuk pembuatan desain 3D
Kekurangan
- Dalam proses Sablon membutuhkan ketelitian yang membutuhkan jangka waktu yang cukup lamauntuk hasil yang maksimal.
11. Sablon Rubber
Tinta yang digunakan dalam proses sablon rubber memiliki sifat elastis sehingga cocok untuk menutupi permukaan kain yang memiliki tekstur. sablon ini biasanya digunakan pada baik di kaos maupun jaket.
Kelebihannya,
- Produk yang dihasilkan elastis
- Hasil sablon tidak mudah retak maupun rusak.
- Cocok digunakan pada kain stretch
Kekurangannya,
- Jika terlalu sering dicuci maka kemungkinan besar warna akan memudar.
12. Sablon Glitter
Tinta khusus yang digunakan pada sablon ini mengandung partikel glitter sehingga memberikan kilauan pada desain yang telah dibuat, kilauan yang dihasilkan oleh sablon ini meberikan efek elegan dan mewah bagi orang yang memakainya. .
Kelebihan,
- Memberikan efek mewah pada desain yang dapat menarik perhatian.
Kekurangan,
- Jika hasil sablon mendapatkan perawatan yang kurang baik, maka warna pada glitter mungkin juga cepat memudar.
13. Sablon Chromicolor
Tinta yang digunakan dalam proses bersifat khusus dan berbeda dari tinta sablon lainnya, tinta ini diproduksi oleh perusahaan matsui. Tinta ini pula memiliki keunikan tersendiri, yaitu warna pada desain akan berubah sesuai dengan sudut pandang maupun pencahayaan.
Kelebihannya,
- Memiliki keunikan tersendiri berupa perubahan warna yang unik dan menarik.
Kekurangannya,
- Memerlukan perawatan khusus serta kehati-hatian agar tidak merusak hasil sablon.
- Harga hasil sablon ini pula relatif mahal.
14. Sablon Reflective
Jenis sablon ini tidak jauh berbeda dengan jenis sablon “glow in the dark” , jika sablon glow in the dark menyala ditempat yang minim cahaya atau gelap, sablon ini justru akan menyala jika diberi cahaya.
Tinta yang digunakan dalam penyablonan khusus karena tinta yang digunakan bisa memantulkan cahaya, dan sablon reflective ini pula sering digunakan pada kaos/jaket olahraga.
Kelebihannya,
- Hasil dari penyablonan dapat terlihat meski pada ruangan yang minim cahaya,
- Dapat menarik perhatian.
Kekurangannya,
- Membutuhkan perawatan khusus
- Harga tinta cenderung lebih mahal.
15. Sablon Foam
Efek timbul seperti busa pada hasil sablon ini dihasilkan oleh tinta khusus yang mengembang saat dipanaskan. hasil dari sablon yang bersifat lembut saat disentuh sangat cocok diaplikasikan pada kain berbahan katun.
Kelebihannya,
- Hasil dari sablon cenderung memiliki daya tarik tersendiri, yaitu memiliki tekstur dan efek timbul seperti busa.
Kekurangannya,
- Memerlukan perawatan khusus dan hati hati agar busa tidak rusak.
- Sablon tidak cocok digunakan untuk desain detail.
16. Sablon Photopia
Jenis sablon berikut tidak jauh berbeda dengan sablon “glow in the dark” dan sablon “reflective” pasalnya tinta yang digunakan desain ini juga bisa menyala namun warna yang dihasilkan akan seiring berubah sesuai dengan itensitas cahaya matahari atau UV,
Kelebihannya,
- Cocok untuk pakaian kasual yang memerlukan efek perubahan warna diluar ruangan.
Kekurangannya,
- Efek yang dihasilkan hanya bisa dilihat saat terkena cahaya matahari langsung.
17. Sablon Pigmen
Tinta yang digunakan untuk sablon ini memiliki sifat mudah untuk menyerap pada kain, hingga cocok digunakan pada kain berbahan katun dan kain yang berwarna terang atau cerah, karena sablon pigmen sulit diaplikasikan pada kain yang berwarna gelap.
Kelebihannya,
- Hasil dari sablon bertekstur dan terlihat alami,
Kekurangannya,
- Warna yang dihasilkan mudah memudar jika digunakan pada kain bersifat gelap maupun jika kain terlalu sering dicuci.
18. Sablon Asphalt
Hasil akhir dari sablon ini bersifat kasar dan bertekstur karena tinta yang digunakan memiliki tekstur yang kental yang menyerupai aspal, seperti namanya, hasil pada desain sablon ini bersifat kasar.
Dan karena hal itu pula, sablon asphalt ini biasa digunakan untuk menciptakan tampilan artistik atau juga modern, karena memberikan tampilan efek tiga dimensi (3D).
Kelebihannya,
- Cocok untuk desain yang kuat
- Memiliki tekstur unik berupa efek terlihat tebal dan kasar.
Kekurangannya,
- Dalam proses pengeringan cenderung lebih lama.
- Kurang fleksibel jika diaplikasikan pada bahan elastis.
19. Sablon DTG (Direct to Garment)
Sablon DTG hampir sama dengan jenis sablon digital, namun sablon jenis DTG adalah jenis sablon modern yang menggunakan alat digital modern untuk mencetak gambar atau desain langsung ke permukaan media atau kain.
Kelebihannya,
- Hasilnya lebih detail meski mencetak desain dengan detail tinggi, dan gradasi warna,
- Cocok untuk mencetak satuan karena memerlukan proses yang rumit.
- Lebih ramah lingkungan karena tinta yang digunakan biasanya berbasis air,
- Cocok untuk desain yang lebih kompleks, gambar foto, atau bahkan full color printing.
Kekurangannya,
- Biaya yang diperlukan dalam produksi cenderung lebih tinggi
- Hanya cocok digunakan pada kain berwarna cerah.
- Jika sering dicuci maka Tinta akan cenderung mudah memudar, dan tidak tahan lama.
20. Sablon DTF (Direct to Film)
Sablon DTF adalah metode mencetak desain diatas film khusus menggunakan printer. kemudian desain itu dipindahkan ke kain dengan bantuan lem yang kemudian diproses dalam pemanasan menggunakan heat press.
Meskipun DTF dan sablon manual sama sama melibatkan penggunaan lembaran film dan transfer ke kain, namun keduanya tetap berbeda,
Kelebihannya,
- Cocok untuk warna kain gelap, dan cocok untuk berbagai jenis kain lainnya.
- Hasilnya cenderung lebih tahan lama.
- Biaya lebih ekonomis untuk jumlah yang besar.
- Warna yang dihasilkan dari Sablon DTF cenderung lebih tajam dan tahan lama.
Kekurangannya,
- Proses cenderung lebih lama karena melewati berbagai proses rumit.
- Pada permukaan kain cenderung lebih kaku,
- Beberapa jenis lem dan tinta yang digunakan dalam sablon DTF kurang ramah terhadap lingkungan.
21. Sablon Sugar Printing
Metode sablon digital yang memerlukan media khusus seperti transfer paper untuk mencetak desain. menggunakan printer inkjet atau laser. yang dalam prosesnya sendiri mentransferkan desain ke kain atau media lainnya dengan bantuan mesin press panas.
Dalam proses ini pula bubuk khusus yang terlihat seperti gula diaplikasikan ke desain sebelum proses transfer, bubuk ini pula dapat membantu tinta menempel lebih baik pada kain sehingga hasilnya lebih cerah dan tajam.
Kelebihannya,
- Detail yang dihasilkan oleh sablon ini cenderung lebih baik dan warna yang dihasilkan sablon ini terlihat lebih cerah.
- Sablon ini pula cocok digunakan atau diaplikasikan diberbagai jenis kain.
- Proses yang dilakukan akan lebih cepat dan efisien dalam jumlah kecil.
- Hasilnya tahan lama meski dicuci dan dikenakan sebagai pakaian sehari-hari, meski bergantung pada jenis tinta dan perawatan kainnya.
Kekurangannya,
- Permukaan kain terasa lebih kaku, terutama pada desain yang menutupi area besar kain.
- Pilihan warna cukup terbatas untuk media kain dengan warna gelap
- Biaya yang diperlukan untuk tinta dan bubuk relatif lebih tinggi dan mahal.
- Beberapa bahan kimia dan tinta yang diperlukan dalam proses penyablonan mungkin kurang ramah lingkungan,
Kesimpulan
Dari beberapa jenis sablon diatas, dapat disimpulkan bahwa setiap jenis sablon memiliki kekurangan dan kelebihannya tersendiri yang memengaruhi fungsi dan kegunaannya dalam dunia indsutri.
Jika kalian tertarik untuk sablon kaos, tapi kalian bingung ingin sablon kaos dimana, coba deh mampir ke website Cetakkaos.id dengan klik link dibawah ini, pastinya lengkap, aman dan terpercaya.
Sablon Kaos Jogja
Sekian tadi penjelasan mengenai beberapa jenis sablon, semoga bermanfaat dan membantu kalian ya.



