Kenali Lebih Dalam tentang Bahan Kaos Katun
Faktor yang sangat perlu dipertimbangkan saat ingin membuat kaos adalah memperhatikan tentang bahan kaosnya, untuk kali ini kita akan membahas apa itu bahan kaos katun.
Saat ini, bagi para penyedia bahan kaos katun ini, tentunya sudah sangat populer apalagi bahan ini menjadi salah satu yang banyak digunakan. Ada banyak jenis bahan kain kaos yang menyebar di pasaran dan digunakan sesuai dengan kebutuhan masing masing.
Apa itu Bahan Kaos Katun
Bahan kaos katun adalah material dasar yang digunakan untuk membuat kaos, kain katun ini terkenal memiliki sifat nyaman, lembut dan mudah menyerap keringat. Wajar bahan ini menjadi pilihan utama dalam industri pakaian, khususnya kaos.
Katun terbuat dari serat alami kapas yang diolah menjadi benang dan dibuat kain melalui proses tenun. Bahan kaos katun ini termasuk bahan kaos organik karena katun adalah serat alami yang diolah kembali.
Proses Pembuatan Bahan Kaos Katun
Pastinya kain kaos katun memerlukan pengolahan serat kapas yang mentah menjadi benang, setelah itu diolah kembali menjadi kain. Berikut adalah proses lebih lengkapnya.
-
Pemilihan dan Pembersihan Kapas
Untuk langkah pertamanya adalah panen kapas yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin. Setelah di panen, kapas sering kali masih memiliki biji, daun dan kotoran. Cara membersihkannya yaitu dengan cara kapas dibersihkan terlebih dahulu atau biasa disebut ginning.
Fungsi mesin ginning yaitu untuk memisahkan serat kapas dari biji, daun dan kotoran lainnya sehingga menghasilkan serat kapas murni dan diproses berikutnya.
-
Carding
Setelah melewati proses pertama, proses berikutnya yaitu serat serat kapas diolah kembali untuk menjadikan kapas lurus dan dipisahkan dengan baik. Proses carding melibatkan mesin yang menyisir serat kapas untuk merapikannya, menguraikan serat kusut dan membuang sisa kotoran yang tertinggal. Proses ini akan menghasilkan serat kapas yang mirip dengan sliver.
-
Spinning (Pemintalan)
Setekah melewati proses carding, serat kapas yang telah di carding siap untuk dipintal dengan benang melalui spinning. Mesin pemintal tugasnya menggulung serat kapas menjadi satu, dengan adanya proses pemintalan akan menjadikan serat kapas tadi menjadi benang panjang dan kuat. Benang katun kebanyakan memiliki ciri ciri yang berbeda beda, tergantung jenis kain yang anda inginkan, Untuk hasil akhirnya menjadi benang yang halus dan kuat.
-
Pewarnaan atau Pencelupan (Dyeing)
Pewarnaan atau pencelupan benang kebanyakan dilakukan di tangki besar yang berisi pewarna, akan tetapi tergantung metode yang digunakan dalam pewarnaan benang. Biasanya pewarnaan untuk bahan kaos katun, pewarnaannya menggunakan cat kering.
Pewarnaan ini memberikan warna dasar pada benang atau kain, yang menentukan warna akhir pada kaos. Pewarna yang digunakan biasanya berbasis air, terutama untuk kain kaos katun organik yang lebih ramah lingkungan.
-
Perajutan (Knitting)
Setelah pewarnaan, benang katun diubah menjadi kain melalui proses rajutan dengan mesin rajut. Untuk kain kaos, kebanyakan orang lebih memilih rajut daripada tenun karena memberikan tekstur dan rasa yang lebih baik untuk penggunaan kasual.
Rajutan ini tentunya juga memiliki dua cara yang berbeda yaitu rajutan tunggal (kaos yang lebih ringan) dan rajutan ganda. Jenis rajutan ini dipilih berdasarkan hasil akhir yang anda diinginkan.
-
Penyelesaian (Finishing)
Setelah kain dirajut atau ditenun, untuk proses ini membuat kualitas kain lebih baik lagi, seperti menghilangkan sisa pewarna dengan cara dipotong, memastikan teksturnya dan menambahkan lapisan pelindung.
Finishing juga mencakup perawatan tambahan seperti ditambahkan cairan anti luntur untuk mencegah kelunturan setelah dicuci dan juga ditambahkan pelembut agar kain lebih halus.
-
Menjahit
Potongan kain kaos katun yang sudah siap kemudian dijahit menjadi sebuah kaos. Proses jahitan juga pasti ada penyesuaian ukuran, pelabelan dan penambahan aksen, terutama dalam menjahit ini harus rapi. Setelah di jahit kaos melewati pengujian akhir untuk memastikan kualitas sebelum didistribusikan.
Jenis Jenis Bahan Kaos Katun
Berikut ini adalah pembahasan tentang jenis jenis bahan kaos katun.
Ada beragam jenis bahan kaos katun yaitu sebagai berikut
Untuk dibahan kaos katun ini memiliki beberapa jenis seperti salah satunya yaitu katun combed. Berikut adalah jenis jenis bahan kaos katun.
-
Katun Combed
Katun combed menjadi bahan kaos katun yang paling populer di konsumen industri konveksi kaos, akan tetapi bukan cuma untuk kaos, bisa digunakan juga di merchandise lainnya seperti sprei, handuk, selimut dan masih banyak lainnya. Ada juga keunggulan dan kelemahannya antara lain yaitu
- Keunggulan: Halus, lembut dan daya tahan kuat.
- Kelemahan: Rentan menyusut, mudah luntur dan lebih lama kering saat dijemur.
-
Katun Viscose (CVC)
Bahan kaos katun berikut merupakan campuran serat katun alami yang dicampur dengan serat viscose, yang lebih dikenal dengan rayon. Namun katun viscose ini lebih terlihat mengkilap dari katun lainnya. Tentu disetiap kain katun memiliki keunggulan dan kelemahan. Simak berikut ini.
- Keunggulan: Nyaman dikulit, dingin, menyerap keringat dengan baik dan memiliki kesan mewah.
- Kelemahan: Mudah kusut, tidak tahan lama dan perlu perawatan khusus.
-
Katun Carded
Hampir mirip dengan katun combed, akan tetapi bahan kaos katun ini tidak melalui proses penyisiran, sehingga katun carded memiliki tekstur yang kurang halus jika dibandingkan dengan katun combed. Jadi untuk kualitas serta harganya paling rendah dari pada yang lain. Keunggulan dan kelemahan dari katun carded salah satunya yaitu.
- Keunggulan: Tidak gerah saat digunakan, serta dapat menyerap keringat dengan baik, nyaman, lembut dan tahan lama.
- Kelemahan: Mudah kusut karena tekturnya agak kasar, mudah luntur.
-
Katun Supima
Bahan kaos katun terkenal dari bahan utamanya yaitu kapas dengan kualitas terbaik di dunia. Bahannya berasal dari perkebunan pima lebih tepatnya di amerika serikat. Berikut adalah keunggulan dan kelemahan dari katun supima.
- Keunggulan: Kenyamanan, daya tahan, kualitas serai yang jelas kualitasnya, dingin dan tidak mudah kusut.
- Kelemahan: Harga lebih tinggi, ketersediaan yang terbatas dan membutuhkan perawatan khusus.
-
Katun Bambu
Bahan kaos katun ini termasuk bahan kaos organik, karena katun ini dibuat menggunakan kapas dan penggabungan dari bambu sehingga menghasilkan kain yang unik. Katun bambu ini termasul mahal karena cara pembuatan yang sulit dan yang pasti ada kualitas. Walaupun harganya mahal katun bambu ini banyak dicari oleh customer karena keunggulannya. Berikut adalah salah satu keunggulan dan kelemahan sablon bambu.
- Keunggulan: Anti bakteri, Tekstur kain sangat halus, dingin dan tidak panas.
- Kelemahan: Mahal dan pilihan warna lebih sedikit.
-
Katun Tetteron (TC)
Bahan kaos katun jenis ini merupakan kolaborasi dari dua bahan dasar yaitu polylester dengan katun. Kemudian kedua bahan tersebut dicampur menjadi satu yang menghasilkan bahan kaos yang unik dan biasa dinamai katun tetteron. Salah satu Keunggulan dan kelemahan dari katun tetteron.
- Keunggulan: Daya tahan, ekonomis dan tidak mudah kusut.
- Kelemahan: Tidak sepenuhnya alami, Rentan suhu tinggi, kurang lembut dan halus.
-
Katun Pique
Jenis bahan kaos katun ini memiliki struktur yang unik, karena mempunyai bentuk rajutan dan memiliki pori pori. Untuk polanya tersendiri kebanyakan berbentuk kotak kotak kecil, wajik atau bentuk lainnya yang memberikan efek tekstur. Untuk katun pique ini terbagi menjadi beberapa jenis yaitu.
- Cotton Pique (serat cotton)
- Pique CVC (serat campuran cotton dan polyester)
Dan pastinya juga ada keunggulan dan kelemahan katun ini.
- Keunggulan: Tekstur unik dan menarik, daya serap, tahan lama, elastis dan nyaman.
- Kelemahan: Perawatan yang sedikit rumit, tebal, mahal.
Cara Merawat Bahan Kaos Katun 
Berikut ini akan kami jelaskan tentang cara merawat bahan kaos katun.
-
Pisahkan Warna dan Bahan saat Mencuci
Sebaiknya sebelum mencuci, anda pisahkan antara warna dan bahan, contohnya putih dengan putih, warna gelap dengan warna gelap. Selain itu juga pisahkan antara bahan kaos katun dengan jeans, denim atau yang lain yang memiliki bahan kasar. Karena jika tidak memisahkan bahan, kualitas bahan kaos katun anda akan cepat menurun dan membuat serat katun rusak atau berbulu.
-
Membalik Kaos sebelum Mencuci
Hal ini adalah salah satu merawatnya karena meminimalisir bagian luar untuk bergesekan dengan pakaian lain atau mesin cuci, karena jika bergesakan terlalu keras menjadikan kaos berbulu.
-
Mencuci dengan Air Dingin
Menggunakan air dingin dalam mencuci dapat menjaga kekuatan serat katun dan mencegah penyusutan. Saat mencuci jangan menggunakan air panas, karena membuat kain katun menyusut dan warna memudar.
-
Gunakan Deterjen dan Pelembut Secukupnya
Mencuci kaos dari kain katun sangatlah penting karena jika terlalu banyak akan merusak serat kain. Deterjen yang berlebihan bisa meninggalkan residu di kaos, yang mengakibatkan kain menjadi kasar sehingga tidak nyaman dipakai.
-
Gunakan Pemutih Seperlunya
Disarankan dalam menggunakan pemutih itu di kain kaos tertentu saja seperti warna putih yang terkena noda makanan, cara pengaplikasian pemutih jangan di tuangkan di seluruh kaos, teteskan saja di bagian yang terkena noda tersebut.
-
Jemur Bahan Kaos Katun dengan Tepat
Untuk menjaga kualitas kaos katun anda, sangat penting untuk menghindari menjemur pakaian anda di panas matahari langsung karena dapat menyebabkan kelunturan pada warna dan merusak serat kain tersebut.
Solusinya yaitu dengan mencari area teduh atau dapat di angin anginkan saja, jika ingin menjemur di panas matahari langsung, posisi kaos anda harus di posisi terbalik. Cara ini tidak dapat di biarkan begitu saja karena agar menjaga kualitas kaos anda.
-
Setrika dengan Suhu Rendah
Sebelum memulai setrika yang harus anda lakukan adalah mengatur suhu rendah, agar tidak membakar serat kain katun. Jika anda ingin menggunakan suhu yang tinggi, anda harus menyemprotkan sedikit pewangi pakaian, itu akan membantu menurunkan suhu setrika atau juga bisa gunakan setrika uap.
-
Menjaga Kelembapan pada Tempat Penyimpanan
Untuk menyimpan kaos katun, hindarilah tempat penyimpanan yang lembab, sebab kelembapan yang berlebihan menimbulkan bau yang menyengat dan bisa menimbulkan jamur pada bahan kaos katun anda.
Agar pakaian tetap kering, mungkin anda bisa menambahkan kapur barus dilemari anda. Jadi bahan kaos katun anda tetap terjaga kualitasnya.
Jenis Sablon yang Cocok di Bahan Kaos Katun
Anda binggung kan pasti sablon apa sih yang cocok untuk digunakan di bahan katun ini. Simak jenis sablon yang akan kita jelaskan.
-
Sablon Plastisol
Sablon plastisol sangat cocok digunakan di kaos berbahan katun, karena memiliki daya serat yang bagus. Tak lupa juga hasilnya pun tahan lama, tebal dan hasilnya yang sangat detail, akan tetapi pada proses pengeringan membutuhkan suhu yang tinggi karena sablon ini berbasis minyak.
-
Sablon Rubber
Secara keseluruhan sablon rubber ini memiliki karakteristik elastis, daya serat yang bagus dan kemudahan dalam proses sablon membuat sablon ini cocok digunakan pada kaos katun.
-
Sablon DTG
Dengan menghasilkan hasil sablon yang halus, detail yang tinggi dan yang pasti tidak mudah luntur. Sablon DTG sangat cocok digunakan pada kaos yang berbahan katun.
-
Sablon DTF
Untuk kaos berbahan katun, sablon ini tepat untuk digunakan karena mempunyai hasil akhir yang halus, tidak mudah luntur, permukaan yang halus dan sangat detail.
-
Sablon Flocking
Sablon ini memiliki hasil akhir lembut dan berbulu, sablon ini juga cocok digunakan karena menghasilkan hasil yang mewah sebab sablon ini beda dari yang lain.
Kesimpulan
Jadi, secara keseluruhan, kaos katun adalah pilihan terbaik untuk pakaian karena nyaman dipakai, dingin dan mudah dirawat. Kaos katun dapat menyesuaikan dengan berbagai desain dan warna.
Jika anda ingin membeli bahan kaos katun berkualitas, Ayo beli punca apparel sekarang juga, kami melayani pembuatan kaos, sablon dan merchandise lainnya. Anda bisa menghubungi customer service sablon kaos jogja sekarang juga.


