Masih Banyak yang Keliru antara Jeans dan Denim, Simak Perbedaannya!

Perbedan Jeans dan Denim

Perbedaan jeans dan denim masih banyak yang belum tahu. Pastinya sebagian besar orang memiliki jeans untuk koleksi busananya. Mungkin karena ciri khasnya jeans yang tebal, kokoh dan awet.

Kebanyakan orang menganggap bahwa keduanya sama atau dijadikan kata ganti dari salah satunya. Padahal keduanya berbeda, kalau belom tahu simak perbedaannya berikut ini!

Pengertian Jeans dan Denim

Denim merupakan bahan yang digunakan untuk membuat jeans dan berbagai produk lainnya, seperti rok, jaket, overall, kemeja, dan tas. Sementara itu, jeans merupakan produk yang secara khusus dibuat dari bahan denim.

Celana jeans asalnya adalah nama untuk celana yang diciptakan oleh Jacob Davis dan Levi Strauuss pada tahun 1873. Awalnya, celana jeans dirancang khusus untuk para pekerja keras dan para koboi, karena itu celana ini cenderung kasar, tebal tahan lama dan kuat.

Ciri khas dari celana jeans adalah warna hitam dan biru. Biasanya memiliki elemen tambahan seperti kancing, ritsleting, jahitan khas kontras dengan benang kuning atau orange, dan aksen seperti paku rivet.

Perbedaan Jeans dan Denim

Perbedaan Jeans dan Denim

Perbedaan keduanya terletak pada hasilnya. Jeans dan denim memiliki karakteristik kain dan tampilan yang berbeda, meskipun keduanya hampir mirip dan saling berkaitan. Kamu belum tahu bedanya apa? Simak berikut ini!

  1. Bahan yang Digunakan

  • Denim: Denim terbuat dari 100% katun, tetapi seiringnya waktu denim dicampur dengan bahan elstane, poliester, atau bahan sintesis lainnya untuk keelastisian bahan dan kenyamanan.
  • Jeans: Jeans sebagai produk dari bahan denim, umumnya tergantung dari denim yang digunakan sebagai bahan pembuatan jeans.
  1. Produk

Produk jeans dan denim sangat berbeda, karena denim yang pada dasarnya bahan dan jeans adalah produk. Tentunya denim memiliki keunggulan yang lebih besar dalam konteks produk daripada jeans.

  • Denim: Produk denim mencakup berbagai kategori, seperti jaket bordir, dress berlapis, dan outerwear dengan ritsleting dan potongan asimetris, tas denim pola patchwork, dan topi.
  • Jeans: Produk dari jeans seperti cargo jeans dengan banyak kantong, jeans stretch, dan jeans yang menggabungkan bahan lain untuk tampilan yang lebih unik.

Denim bekas pun dimanfaatkan dalam kerajinan seperti tote bag, dompet, dan panel dinding. Jeans tetap dalam kategori celana meskipun desain dan fungsinya terus berkembang, tetapi denim lebih unggul dalam menciptakan produk di berbagai kategori.

  1. Perbedaan Tampilan yang Diberikan Denim dan Jeans

  • Denim: Sedangkan denim memiliki tampilan yang terdapat efek faded atau distressed (lusuh) yang memberikan kesan vintage.
  • Jeans: : Jeans memiliki tampilan yang berkesan fungsional dan modis dengan berbagai desain.
  1. Perbedaan Tekstur Denim dan Jeans

  • Denim: Denim memiliki tekstur yang kasar dan tebal karena melalui proses penenunan twill.
  • Jeans: Berbeda dengan denim, tekstur pada jeans bisa berbeda-beda tergantung pada jenis denim apa yang digunakan sebagai bahan pembuatannya.
  1. Pola pada Denim dan Jeans

Kedua kain ini memiliki perbedaan pola khasnya yang tercipta dari cara benang ditenun. Pola ini mempengaruhi kekuatan pada kain dan menjadi ciri khas dari jenis tertentu. Berikut pola dari kedua bahan:

Pola pada Denim

  • Tenunan Twill: Tenunan twill merupakan pola utama pada kain denim. Pola ini dapat terbentuk karena benang lusi(warp) melewati dua atau lebih benang pakan(weft) dan selanjutnya melompati satu benang pakan secara bergantian.
  • Variasi Pola: Denim dapat memiliki pola tambahan tergantung pada proses finishingnya, seperti washed, distressed atau printed.

Pola pada Jeans

Jeans memiliki pola yang perannya sangat penting dalam menciptakan karakteristik unik dan estetika dari setiap desainnya. Mulai dari pola potongan hingga pola jahitan yang dirancang sedemikian rupa agar dapat menawarkan kenyamanan saat dipakai dan keawetan kain.

  • Pola Potongan

Jeans terdapat pola potongan yang dibentuk secara pas, seperti pola pinggang, pola kaki, dan saku. Pola pada jeans dapat di variasi tergantung gaya jeans, seperti skinny, straight, bootcut atau flared.

  • Pola Jahitan

Jahitan pada jeans merupakan salah satu elemen desain yang sangat ikonik dan berperan penting dalam memberikan karakter pada celana tersebut.

  1. jahitan dekoratif: Pada bagian saku belakang sering kali menjadi ciri khas yang membedakan merek satu dengan yang lainnya.
  2. Pola jahitan ganda atau double stitching: tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga menambah kekuatan dan daya tahan.

Merek jeans terkenal sering memiliki pola jahitan unik, seperti pola lengkung yang ikonik pada saku Levi’s, atau detail arcuate yang menjadi ciri khas pada merek-merek lain. Hal ini menunjukkan bahwa jahitan pada jeans bukan hanya sekadar fungsi praktis, tetapi juga bagian dari identitas dan gaya dalam dunia fashion.

  1. Harga

  • Denim: Harga dari denim tergantung pada jenisnya. Raw denim atau denim selvedge umumnya berharga lebih mahal karena proses produksinya yang lebih sulit.
  • Jeans: Harga dari jeans juga berbeda-beda, tergantung dari denim yang dipilih untuk dasar pembuatan jeans. Harga jeans sangat bervariasi, mulai dari merek mass-merek hingga high-end.
  1. Jenis-Jenis Jeans dan Denim

Perbedaan jeans dan denim dapat diketahui dari jenis-jenisnya. Banyak pria dan wanita menyukai celana jeans karena produk fashion ini mudah di kombinasikan dengan busana lainnya. Kepopuleran dari celana jeans semakin menambah karena kekhasannya.

Kain ini awalnya dikenal sebagai “Serge de Nimes” kemudian disingkat menjadi “ de Nime” dan saat ini lebih dikenal dengan sebutan Denim. Sejak menjadi bahan pakaian untuk beberapa produk sejak 1873, denim ini mulai populer berkat kerja samanya antara Jacob Davis dan Levi Strauss.

Jenis-Jenis Jeans

Perbedaan Jeans dan Denim

Jenis-jenis jeans dan denim sangat bervariasi, inilah yang membedakan antara jeans dan denim. Simak jenis-jenis jeans berikut ini!

  • Skinny Jeans

Jeans ini memiliki ciri yang fit di badan tetapi tidak ketat seperti legging, sehingga jeans ini banyak dikatakan jeans kekinian.

  • Straight Jeans

Jenis ini memiliki potongan jeans yang terbilang biasa saja. Potongan dari straight jeans adalah ketat dan tidak begitu longgar, sehingga nyaman untuk dipakai saat bersantai.

  • High Rise Jeans

Jeans satu ini memiliki potongan yang berada pas di atas pusar, maka dari itu jeans ini dinamakan high rise jeans.

  • Loose Fit Jeans

Loose fit adalah jenis jeans yang paling di favoritkan karena modelnya yang besar dan terasa longgar saat dipakai.

  • Distressed Jeans

Jenis jeans ini khas dengan aksen robek-robek pada bagian depan, sehingga menjadi salah satu jenis jeans yang timeless.

  • Flared Jeans

Flare Jeans atau bell bottom merupakan jeans dengan tampilan gaya tahun 70-an yang didesain wide dibagian bawah.

Jenis-Jenis Denim

Denim tidak hanya dikenal sebagai bahan dasar yang kuat dan tahan lama, tetapi juga memiliki berbagai jenis yang masing-masingnya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Simak jenis-jenis denim dibawah ini!

  • Raw Denim/Dry Denim

Raw denim adalah salah satu jenis denim yang tidak melalui proses soaking atau pencucian denim supaya lebih lentur dan agar tidak menyusut.

  • Pre-Washed Denim

Denim ini memiliki ciri yang lentur karena melalui proses pencucian dan cenderung nyaman sejak pemakaian pertama kali.

  • Ramie Denim

Jenis denim ini halus dan dapat mengurangi kerutan pada hasil produk karena denim ini terbuat dari campuran serat tanaman rami.

  • Poly Denim

Terbuat dari campuran polyster dan katun yang membuatnya lebih ringan dan cocok untuk acara formal.

  • Colored Denim

Denim jenis ini dibuat dengan 2 teknik pewarnaan yaitu teknik pewarnaan tradisional dan pewarnaan sulphur. Warna biru indigo berasal dari pewarnaan tradisional, sedangkan untuk menghasilkan warna selain warna biru indigo, denim ini melalui proses pewarnaan sulphur.

  • Waxed Denim

Biasanya waxed denim dilapisi dengan akrilik hitam yang berfungsi untuk mengawetkan kain denim agar tahan lama.

  1. Perbedaan Proses Pembuatan

Proses pembuatan jeans dan denim memiliki perbedaan yang jelas, karena denim adalah sebagai bahan baku, sedangkan jeans merupakan produk yang dihasilkan dari denim. Berikut adalah perbedaan dalam proses pembuatan keduanya:

Proses Pembuatan Jeans

  • Desain

Langkah pertama adalah membuat desain, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pola cutting, seperti skinny, slim fit, regular fit, relaxed jeans, dan loose fit.

  • Pembuatan Pola

Dalam proses ini, pola jeans dibuat berdasarkan pengukuran dari desain. Terdapat metode CAD/CAM yang membantu memperlancar proses produksi pakaian.

  • Grading

Proses grading ini dilakukan untuk menentukan pola dan ukuran standar jeans, yaitu besar, sedang, dan kecil, dengan satuan ukuran dalam inci.

  • Marker Making

Marker making adalah proses menentukan panjang dan lebar kain yang diperlukan untuk membuat celana jeans dalam satuan yard. Biasanya, semua pola potongan kertas ditempatkan di atas kain untuk menghitung penggunaan kain secara optimal, baik secara manual maupun menggunakan program komputer.

  • Cutting

Setelah melalui serangkaian proses, celana jeans akan memasuki tahap pemotongan. Pada proses cutting,  jeans dipotong sesuai dengan pola dan jenis jeans menggunakan mesin cutting. Proses pemotongan dilakukan di meja khusus, dan kain perlu diberi pemberat agar tetap berada pada posisinya.

  • Sortir/Bundling

Selanjutnya jeans akan di sortir dan ditumpukkan dengan ukuran yang sama. Jika ditumpuk tidak sesuai dengan desain dan ukurannya, maka akan menghambat proses sortir.

  • Sewing/Assembling

Sewing atau Assembling yakni proses penjahitan. Di pabrik yang sudah besar, biasanya terdapat banyak operator yang mengoperasikan mesin jahit, seperti operator A yang bertugas menjahit saku celana dan operator B yang menjahit bagian sisi celana.

  • Washing

Setelah melalui proses sewing atau assembling, selanjutnya jeans melalui proses terakhir yaitu proses washing yang bertujuan untuk membuat efek fading yang realistis, biasanya jeans akan dicuci selama 30 menit sampai 6 jam.

Proses Pembuatan Denim

Pembuatan denim membutuhan waktu yang cukup memakan waktu. Setiap prosesnya berfungsi untuk menciptakan bahan yang tahan lama dan fungsional. Berikut proses pembuatan denim dibawah ini!

  • Pengumpulan Kapas

Kapas akan dikumpulkan dan dipisahkan berdasarkan panjang seratnya, semakin panjang serat semakin bagus kualitasnya.

  • Penggabungan Kapas

Untuk memastikan kualitas, kapas dicampur dengan lapisan yang dikerok dari setiap bal dan dimasukkan ke dalam mixer. Semua kotoran seperti biji dan gulma disaring, lalu serat kapas murni yang telah dicampur kemudian diolah dan dibentuk menjadi tali tebal yang disebut sliver.

  • Pewarnaan Benang

Benang melalui pencelupan sebelum ditenun, benang melalui proses pencelupan beberapa kali agar warnanya tahan lama.

  • Proses Pemintalan

Proses ini benang ditenun untuk membuat denim. Indigo ditenun, salah satunya adalah 3-by-1, di mana benang biru sebagai lungsin (vertikal) dipadukan dengan benang putih untuk pakan (horizontal).

  • Pelapisan dan Penyusutan

Proses ini kain dilembutkan dan direnggangkan yang bertujuan agar kain tidak terpuntir setelah dijahit menjadi jeans. Denim juga dipanaskan dan di kurangi ukurannya untuk memastikan jeans memiliki ukuran yang sama setelah dijual.

  • Pengecekan Kualitas Denim

Sebelum meninggalkan pabrik, kain denim menjalani pengecekan kualitas ketat untuk mendeteksi cacat dan konsistensi warna, Denim harus dipastikan kualitas yang konsisten sesuai standar Jack & Jones.

Kesimpulan

Denim adalah bahan dasar yang digunakan untuk membuat jeans serta berbagai produk lain seperti jaket, rok, dan tas. Sementara itu, jeans adalah salah satu produk yang berbahan denim yang telah menjadi ikon dunia fashion sejak diciptakan oleh Jacob Davis dan Levi Strauss pada tahun 1873.

Denim memiliki karakteristik berupa tenunan twill yang kokoh dan tekstur kasar. Sedangkan jeans adalah celana berbahan denim yang dirancang dengan pola potongan dan jahitan unik untuk menghasilkan desain fungsional dan estetis.

Meski sering dianggap sama, perbedaan utamanya terletak pada denim sebagai bahan baku dan jeans sebagai produk akhir. Denim dan jeans saling berkaitan, tetapi denim lebih luas penggunaannya, sedangkan jeans lebih spesifik sebagai produk yang populer di dunia fashion

Similar Posts